Pelawat

10 Perkara Solat Tidak Diterima

Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu petunjuk dan jalan selamat dan barang siapa yang tidak memelihara solat maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya dan juga tidak menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya”.

Lima Perkara Perosak Hati

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29)

Peristiwa-peristiwa Di Hari Jumaat

Hari Jumaat sangat besar di sisi Allah, bahkan lebih besar dari hari raya Aidul Fitri dan Aidul Adha, kerana di antara malam dan siangnya tersimpan masa yang paling mustajab, tidak ada tabir penghalang doa insan terhadap Ilahi

SELAWAT SYIFA' PENYEMBUH PENYAKIT

Walaupun pernah dikatakan selawat ini boleh mendatangkan syirik, tapi ianya berlaku bila selawat ini disalahertikan dalam penterjemahannya. Menurut Dato’ Dr. Haron Din, memang terdapat sedikit kekeliruan sekiranya ianya diterjemahkan terus 'ayat by ayat'. Apa yang penting adalah kita perlu ingat bahawa segala penyakit dan musibah yang datang semua dari Allah SWT dan penyembuhnya juga dari ALLAH SWT.

Kelebihan Surah Al-Kahfi

Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak dan dianggapnya sahih isnad, maksudnya: "Sesiapa yang membaca al-Kahfi pada hari Jumaat, nescaya Allah akan mengurniakan baginya nur antara Jumaat tersebut hingga ke Jumaat yang seterusnya." Hadis ini dinilai sebagai hasan, kata al-Albani

Memaparkan catatan dengan label Hadis. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Hadis. Papar semua catatan

Sabtu, 2 Julai 2011

Syamail Muhammad S.A.W : Rambut



Anas Ibnu Malik meriwayatkan :

Maksudnya : "Panjang rambut Rasulullah S.A.W, sampai di setengah telinga beliau." ( Riwayat Tirmidzi, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan Ahmad )

Diriwayatkan bahawa Aisyah berkata :

Maksudnya : "Saya pernah mandi bersama Rasulullah S.A.W dari satu wadah (air). Beliau memiliki rambut panjangnya tidak sampai di pundak dan tidak sampai di bahagian bawah daud telinga." (Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ahmad )

Bara' Ibnu Azib meriwayatkan :

Maksudnya : "Rasulullah S.A.W, memiliki postur yang berukuran sedang ( tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek ), bahagian badan di antara pundaknya lebar, rambut bahagian depan sampai di bahagian bawah daun telinganya." ( Riwayat Tirmidzi, Bukhari,Muslim dan An-Nasai )

Qatadah bertanya kepada Anas, "Seperti apa ciri-ciri rambut Rasulullah S.A.W.?" Anas menjawab :

Maksudnya : "Rambut Rasulullah S.A.W berada di tengah-tengah antara kerinting dan lurus, sementara panjangnya mencapai bawah daun telinganya." ( Riwayat Bukhari, Muslim, Nasai dan Ahmad )

Ummu Hani' binti Abu Thalib meriwayatkan :

Maksudnya : "(Pada saat fat-hu Makkah 'penaklukan kota Makkah'), Rasulullah S.A.W memasuki kota Makkah dengan rambut yang diikat menjadi empat bahagian." ( Riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad )

Anas meriwayatkan :

Maksudnya : "Panjang rambut Rasulullah S.A.W, sampai di setengah telinga beliau." ( Riwayat Tirmidzi, Abu Daud, Nasa'i)

Ibnu Abbas meriwayatkan :

Maksudnya : "Pada awalnya, Rasulullah S.A.W biasa membiarkan rambutnya terurai, saat itu orang-orang musyrik merapikan rambut mereka, sementara ahlu-kitab selalu membiarkan rambut mereka terurai. Rasulullah S.A.W lebih suka meniru perilaku ahli kitab selama belum ada ketentuan dari Al-Quran. Kemudian Rasulullah S.A.W selalu merapikan rambut beliau." ( Riwayat Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad )

wallahu a'lam....

Isnin, 27 Jun 2011

Pengertian Sanad dan Matan Hadits




Sanad dan Matan
Sanad atau isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni Sahabat. Misalnya al-Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka al-Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat hadits), rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan Shahabat yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad.

Matan secara bahasa artinya kuat, kukuh, keras, maksudnya adalah isi, ucapan atau lafaz-lafaz hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir.

Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan jika mempunyai sanad, mereka melakukan demikian sejak tersebarnya dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi’ah.

Seorang Tabi’in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat tahun 110 H) rahimahullah berkata, “Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, ‘Sebutkan kepada kami nama rawi-rawimu, bila dilihat yang menyampaikannya Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, maka haditsnya ditolak.’”

Kemudian, semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yang sampai kepada mereka dan bila syarat-syarat hadits shahih dan hasan terpenuhi, maka mereka menerima hadits tersebut sebagai hujjah, dan bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, maka mereka menolaknya.

Abdullah bin al-Mubarak (wafat th. 181 H) rahimahullah berkata: “Sanad itu termasuk dari agama, kalau seandainya tidak ada sanad, maka orang akan berkata sekehendaknya apa yang ia inginkan”
Para ulama hadits telah menetapkan kaidah-kaidah dan pokok-pokok pembahasan bagi tiap-tiap sanad dan matan, apakah hadits tersebut dapat diterima atau tidak. Ilmu yang membahas tentang masalah ini ialah ilmu Mushthalah Hadits.

PEMBAGIAN AS-SUNNAH MENURUT SAMPAINYA KEPADA KITA
 

As-Sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita dilihat dari segi sampainya dibagi menjadi dua, yaitu mutawatir dan ahad. Hadits mutawatir ialah berita dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan secara bersamaan oleh orang-orang kepercayaan dengan cara yang mustahil mereka bisa bersepakat untuk berdusta.

Hadits mutawatir mempunyai empat syarat yaitu:

[1]. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikabarkan dan (menyampaikannya) dengan kalimat pasti.

[2]. Sandaran penyampaian kepada sesuatu yang konkret, seperti penyaksian atau mendengar langsung, seperti:

“sami’tu” = aku mendengar
“sami’na” = kami mendengar
“roaitu” = aku melihat
“roainaa” = kami melihat

[3]. Bilangan (jumlah) mereka banyak, mustahil menurut adat mereka berdusta.

[4]. Bilangan yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan sampai akhir sanad, rawi yang meriwayatkannya minimal 10 orang.

Hadits ahad ialah hadits yang derajatnya tidak sampai ke derajat mutawatir. Hadits-hadits ahad terbagi menjadi tiga macam.
 

[a]. Hadits masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 3 sanad.
[b]. Hadits ‘aziz, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 2 sanad.
[c]. Hadits gharib, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 1 sanad.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More